.

WELCOME TO MY WORLD OF WORDS

12/23/10

Tugas Perbaikan Jaringan Komputer Lanjut

Perbaikan JARKOMLAN
Nama : Prisca Prisilia A R
NPM : 50407664 / 4 IA 15

SOAL

Di dalam suatu jaringan perusahaan terdapat beberapa departemen bagian diantaranya :
HRD : 20 Host
FINANCE : 15 Host
IT : 12 Host
MARKETING : 25 Host
Network Address : 172.16.x.n (x = (no absen mahasiswa)
Network address : 172.16.37.n


Tentukan Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :


Rumus = Jumlah host + host router + (broadcast +network)
Gateway = 256 - IP Total

Perhitungan
HRD : 20(banyaknya host)+ 1(router)+2(network+gateway) = 23
23 dirubah dalam bentuk biner menjadi 10111 maka n = 5(digit)
Maka Subnet mask nya
11111111.11111111.11111111.11100000/27 = 255 . 255 . 255 . 224/27
IP Total = 2 ^n = 2^5 = 32


FINANCE : 15(banyaknya host)+ 1(router)+2(network+gateway) = 18
18 dirubah dalam bentuk biner menjadi 10010 maka n = 5(digit)
Maka Subnet mask nya
11111111.11111111.11111111.11100000/27 = 255 . 255 . 255 . 224/27
IP Total = 2^ n = 2^5 = 32

IT : 12(banyaknya host)+ 1(router)+2(network+gateway) = 15
15 dirubah dalam bentuk biner menjadi 1111 maka n = 4(digit)
Maka Subnet mask nya
11111111.11111111.11111111.11110000/28 = 255 . 255 . 255 . 240/28
IP Total = 2 ^n = 2^4 = 16

MARKETING : 25(banyaknya host)+ 1(router)+2(network+gateway) = 28
28 dirubah dalam bentuk biner menjadi 10100 maka n = 5(digit)
Maka Subnet mask nya
11111111.11111111.11111111.11100000/27 = 255 . 255 . 255 . 224/27
IP Total = 2 ^n = 2^5 = 32

TABEL VLSM :

11/30/10

TES Akhir (Jaringan Komputer Lanjut - 4IA15)


1. Service yang cara kerjanya mirip dengan mengirim surat adalah :
a. Connection Oriented c. Semua jawaban benar
b. Connectionless Oriented d. Semua jawaban salah
jawab : A

2. Nama lain untuk Statistical Time Division Multiplexing (TDM) adalah :
a. Non-Intelligent TDM c. Asynchronous TDM
b. Synchronous TDM d. Semua jawaban benar
jawab : B

3. Hubungan laju transmisi data dengan lebar pita saluran transmisi adalah :
a. Laju transmisi naik jika lebar pita berkurang.
b. Laju transmisi naik jika lebar pita bertambah.
c. Laju transmisi tidak bergantung pada lebar pita.
d. Semua jawaban salah.
jawab :D

4. Teknik encoding Bipolar-AMI dan Pseudoternary termasuk dalam teknik :
a. Multilevel Binary c. Biphase
b. NRZ d. Manchester
jawab : A

5. Jika dua frame ditransmisikan secara serentak maka akan menyebabkan terjadinya tubrukan. Kejadian ini dalam jaringan dikenal dengan istilah :
a. Contention c. Crash
b. Collision d. Jabber
jawab :C

6. Salah satu protocol CSMA yang tidak terus menerus mendengarkan channel adalah :
a. 1-persistent c. nonpersistent
b. p-persistent d. CSMA/CD
jawab :D

7. Salah satu protocol yang bebas dari tubrukan adalah :
a. Bit-Map c. Carrier Sense
b. CSMA d. ALOHA
jawab :C

8. Selective Repeater merupakan istilah lain dari :
a. Router c. Gateway
b. Bridge d. Repeater
jawab :A

9. Dalam pemeliharaan ring logis 802.4, frame kontrol yang bertugas untuk mengijinkan suatu stasiun untuk meninggalkan ring adalah :
a. Claim_token c. Token
b. Who_follows d. Set_Successor
jawab :C
10. Algoritma yang digunakan untuk menghindari kemacetan adalah :
a. Broadcast Routing c. Optimal Routing
b. Flow Control d. Flooding Routing
jawab :B

11. Algoritma routing yang menggunakan informasi yang dikumpulkan dari subnet secara keseluruhan agar keputusannya optimal adalah :
a. Algoritma Global c. Algoritma Terisolasi
b. Algoritma Lokal d. Algoritma Terdistribusi
jawab :D

12. Keuntungan multiplexing adalah :
a. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk satu terminal
b. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk banyak terminal
c. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk banyak terminal
d. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk satu terminal
jawab :B

13. Jenis kabel UTP digunakan untuk jaringan Ethernet :
a. 10Base2 c. 10BaseT
b. 10Base5 d. Semua jawaban benar
jawab :C

14. Suatu algoritma routing yang tidak mendasarkan keputusan routingnya pada kondisi topologi dan lalulintas saat itu adalah :
a. Non adaptive c. RCC
b. Adaptive d. Hot potato
jawab :A

15. Data/message yang belum dienkripsi disebut dengan :
a. Plaintext c. Auntext
b. Ciphertext d. Choke Packet
jawab :A

16. Algoritma Kontrol Kemacetan yang menjaga jumlah paket tetap konstan dengan menggunakan permits yang bersirkulasi dalam subnet adalah :
a. Kontrol Arus c. Pra Alokasi Buffer
b. Kontrol Isarithmic d. Choke Packet
jawab :C

17. Sekumpulan aturan yang menentukan operasi unit-unit fungsional untuk mencapai komunikasi antar dua entitas yang berbeda adalah :
a. Sintaks c. Protokol
b. Timing d. Routing
jawab :C

18. Algoritma yang digunakan oleh transparent bridge adalah :
a. RCC c. Flooding
b. Backward Learning d. Shortest path
jawab :B

19. Dalam model OSI internetworking membagi lapisan network menjadi beberapa bagian, kecuali
a. Intranet sublayer c. Internet sublayer
b. Access sublayer d. Enhanchement sublayer
jawab :A

20. Teknik time domain reflectometry digunakan pada standard IEEE:
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5
jawab :B

21. Suatu cara yang mempunyai kemampuan untuk menyedian privacy, authenticity, integrity dan pengamanan data adalah :
a. Enkripsi c. Deskripsi
b. Antisipasi d. Semua jawaban salah
jawab :A

22. Tujuan adanya jaringan komputer adalah…..
a. Resource sharing c. High reability
b. Penghematan biaya d. Semua jawaban benar
jawab :D

23. Mengontrol suapaya tidak terjadi deadlock merupakan fungsi dari lapisan :
a. Network Layer c. Data link Layer
b. Session Layer d. Application Layer
jawab :A

24. Frame yang terjadi apabila suatu stasiun mentransmisikan frame pendek kejalur ring yang panjang dan bertubrukan atau dimatikan sebelum frame tersebut dikeluarkan. Frame ini disebut dengan istilah :
a. Orphan c. Pure
b. Beacon d. Semua jawaban salah
jawab :B

25. Wire center digunakan pada standar :
a. 802.2 c. 802.4
b. 802.3 d. 802.5
jawab :B

26. Komponen dasar model komunikasi adalah :
a. Sumber c. Media
b. Tujuan d. Semua benar
jawab :D

27. Di bawah ini termasuk Broadcast network :
a. Circuit Switching c. Satelit
b. Paket Switching d. Semi Paket Switching
jawab :C

28. Paket radio termasuk golongan :
a. Broadcast c. Publik
b. Switched d. Semua benar
jawab :A

29. Di bawah ini termasuk guided media :
a. UTP c. Fiber Optik
b. Coaxial d. Semua benar
jawab :D

30. Modul transmisi yang sifatnya searah adalah :
a. Pager c. TV
b. Simpleks d. Semua benar
jawab : C

11/29/10

Jaringan Optik Sinkron (SONET)

Prisca Prisilia A R

KELAS : 4IA15

NPM : 50407664

SOAL

1. Apakah dimaksud dengan komunikasi broadband ?

2. Sebutkan keuntungan SONET !

3. Jelaskan prinsip kerja dari ATM !

4. Apakah yang dimaksud dengan DSL

JAWABAN

1. 1. komunikasi broadband

Dari mekanisme transfer data sederhana dial koneksi kita telah tiba kepada mekanisme broadband saat ini. Mekanisme ini disebut broadband broadband karena memberikan ruang yang lebih luas untuk kecepatan transmisi data yang lebih tinggi. Jika pertanyaan seperti apa broadband adalah, datang, jawabannya dapat diberikan dalam kata-kata berikut - Ini adalah nama yang diberikan untuk koneksi internet kecepatan tinggi sering dikatakan 'selalu' dan mampu mentransfer data dengan sangat tinggi Tingkat. Konsep dalam komunikasi broadband meliputi :

  • sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi
  • Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps s/d 100 Mbps.
  • menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT

2. Keuntungan sonnet

SONET (dan SDH) adalah protokol transport di layer 1 yang me-multipleks-kan trafik PDH (tujuan awalnya), seperti DS1, E1, DS3 dan E3, serta berbagai hasil multipleks 64 kbps.

Format frame dasar dari SONET adalah STS-1 (Synchronous Transport Signal). STS-1 menggunakan 8000 fps. Tiap frame berukuran 6480 bit, sudah termasuk berbagai overheadnya. Maka, kecepatan STS-1 adalah sebesar 51,84 Mbps. Frame STS-1 tersebut dibawa oleh sinyal OC-1.

Tiga buah sinyal STS-1 dapat dimultipleks menjadi 155,52 Mbps, yang dibawa oleh sinyal OC-3. Untuk SDH, ini setara dengan STM-1. Sinyal OC-3 sendiri dapat digunakan untuk membawa frame STM-1.

Tabel hirarki multipleks dari SONET dan SDH (wikipedia) :

Hierarki Transport SONET

· Section

Layer section berfungsi untuk memformat frame SONET, serta mengubah sinyal elektrik ke optik (vice versa). Perangkatnya disebut STE (Section Termination Equipment).

· Line

Layer line melakukan sinkronisasi dan multipleks/demultipleks informasi dari frame SONET. Perangkatnya disebut LTE (Line Terminating Equipment).

· Path

Layer path menjadi interface antara perangkat non SONET dengan jaringan SONET. Payload akan di-map menjadi frame SONET, dan sebaliknya. Layerpath mengurusi transport data secara end-to-end.

3. Prinsip kerja ATM

ATM telah direkomendasikan oleh CCITT sebagai mode transfer untuk B-ISDN.

• Pada ATM, informasi dikirim dalam blok data dengan panjang tetap yang disebut sel. Sel merupakan unit dari switching dan transmisi.

• Untuk mendukung layanan dengan rate yang beragam, maka pada selang waktu tertentu dapat dikirimkan sel dengan jumlah sesuai dengan rate-nya.

• Sebuah sel terdiri atas information field yang berisi informasi pemakai dan sebuah header.

• Informasi field dikirim dengan transparan oleh jaringan ATM dan tak ada proses yang dikenakan padanya oleh jaringan.

• Urutan sel dijaga oleh jaringan, dan sel diterima dengan urutan yang sama seperti pada waktu kirim.

• Header berisi label yang melambangkan informasi jaringan seperti addressing dan routing.

• Dikatakan merupakan kombinasi dari konsep circuit dan packet switching, karena ATM memakai konsep connection oriented dan mengggunakan konsep paket berupa sel.

• Setiap hubungan mempunyai kapasitas transfer (bandwidth) yang ditentukan sesuai dengan permintaan pemakai, asalkan kapasitas atau resource-nya tersedia

• Dengan resource yang sama, jaringan mampu atau dapat membawa beban yang lebih banyak karena jaringan mempunyai kemampuan statistical multiplexing

4.Pengertian DSL

DSL adalah Teknologi akses yang menggunakan saluran kabel tembaga eksisting untuk layanan broadband.

Keuntungan dari DSL adalah sebagai berikut :

1) Dengan DSL. Anda dapat meninggalkan koneksi internet terbuka Anda dan masih menggunakan saluran telepon untuk panggilan suara.

2) Kecepatan DSL. Jauh lebih tinggi dari modem dial-up biasa.

Sumber :

http://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:7TwQ81Xz_0QJ:firdaus84.files.wordpress.com/2008/11/11-komunikasi-broadband.ppt+komunikasi+broadband&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEESjhT2OA51HGVlAYqx7hRJs3QaRJT4B6eVwXBQTTFlmli25s-T-uyftuH6zZSztdTJdnaTzClvttSKfWi_EKRziQhoJoQ--aqdvHHD88RsnzNOYjGNAJadAwUhAnKH2K9BfpSeEj&sig=AHIEtbRmvnKrRXmP6pX6JsfJojRfQwUW8g

http://www.infosum.net/id/communication/communication177.html

11/7/10

Pretest dan Kuis Jaringan Komputer Lanjut

Nama : Prisca Prisilia A R

Kelas : 4 IA 15

NPM : 50407664

JAWABAN PRETEST V-CLASS JARKOM LAN

Subnetting Tabel

Mayor Jaringan: 200.0.1.0/24
Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 254
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 3
Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 6
Sekitar 3% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan
Sekitar 50% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Subnet NameNeeded SizeAllocated SizeAddressMaskDec MaskAssignable RangeBroadcast
SERVER36200.0.1.0/29255.255.255.248200.0.1.1 – 200.0.1.6200.0.1.7

Mayor Jaringan: 200.0.2.0/24
Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 254
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 76
Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 88
Sekitar 38% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan
Sekitar 86% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Subnet NameNeeded SizeAllocated SizeAddressMaskDec MaskAssignable RangeBroadcast
ACCOUNTING STAFF1114200.0.2.64/28255.255.255.240200.0.2.65 – 200.0.2.78200.0.2.79
IT STAFF714200.0.2.80/28255.255.255.240200.0.2.81 – 200.0.2.94200.0.2.95
OPERASIONAL STAFF2830200.0.2.32/27255.255.255.224200.0.2.33 – 200.0.2.62200.0.2.63
CS STAFF3030200.0.2.0/27255.255.255.224200.0.2.1 – 200.0.2.30200.0.2.31


Latihan Subnetting, VLSM

Network address : 200.200.200.0/16

Ada 5 network yang dibuat yaitu :

Management32 host
HRD16 Host
Administrasi8 Host
IT4 Host
Sales16 Host

Jaringan yang dibuat menggunakan 3 Router yaitu Router0, Router1 dan router2. Dihubungkan masing-masing dengan menggunakan connection DCE (clock rate 9600).

Tentukan Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :

NamaHostNARangeBroadcastSM
Management32 host



HRD16 Host



Administrasi8 Host



IT4 Host



Sales16 Host



JAWAB KUIS V-CLAS JARKOM

Mayor Jaringan: 200.200.0.0/16
Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 65534
Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 76
Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 142
Sekitar 0% dari ruang alamat jaringan yang tersedia utama yang digunakan
Sekitar 54% dari ruang alamat subnet jaringan yang digunakan

Subnet NameNeeded SizeAllocated SizeAddressMaskDec MaskAssignable RangeBroadcast
Administrasi814200.200.0.128/28255.255.255.240200.200.0.129 – 200.200.0.142200.200.0.143
HRD1630200.200.0.64/27255.255.255.224200.200.0.65 – 200.200.0.94200.200.0.95
IT46200.200.0.144/29255.255.255.248200.200.0.145 – 200.200.0.150200.200.0.151
Management3262200.200.0.0/26255.255.255.192200.200.0.1 – 200.200.0.62200.200.0.63
Sales1630200.200.0.96/27255.255.255.224200.200.0.97 – 200.200.0.126200.200.0.127

11/2/10

Subnetting Alamat IP kelas B

Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai sebuah address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut:

  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
  • Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.


Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP/IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default (yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas) ataupun subnet mask yang dikustomisasi (yang digunakan ketika membuat sebuah subnet atau supernet) harus dikonfigurasikan di dalam setiap node TCP/IP.


Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Subnetting Alamat IP kelas B

Tabel berikut berisi subnetting yang dapat dilakukan pada alamat IP dengan network identifier kelas B.

Jumlah subnet/
segmen jaringan
Jumlah subnet bitSubnet mask
(notasi desimal bertitik/
notasi panjang prefiks)
Jumlah host tiap subnet
1-21255.255.128.0 atau /1732766
3-42255.255.192.0 atau /1816382
5-83255.255.224.0 atau /198190
9-164255.255.240.0 atau /204094
17-325255.255.248.0 atau /212046
33-646255.255.252.0 atau /221022
65-1287255.255.254.0 atau /23510
129-2568255.255.255.0 atau /24254
257-5129255.255.255.128 atau /25126
513-102410255.255.255.192 atau /2662
1025-204811255.255.255.224 atau /2730
2049-409612255.255.255.240 atau /2814
4097-819213255.255.255.248 atau /296
8193-1638414255.255.255.252 atau /302


Kelas B memiliki subnet mask 255.255.0.0 yang berarti jika dirubah ke bilangan biner adalah

11111111.11111111.00000000.00000000

dengan 16 bit pertama merupakan bit-bit Network, sedangkan 16 bit berikutnya merupakan bit-bit Host. Setelah kita ketahui bilangan biner dari kelas B, sekarang kita mencari 12 Network ID dari setiap oktet nya yang terdiri dari 8 digit bilangan biner. Lihat gambar dibawah ini :

Gambar 1

8 digit per oktet dalam alamat IP

Dari gambar diatas kita bisa menemukan 12 Network ID berada di antara digit ke 4 dan 5 atau diantara nilai 8 dan 16 (yang didalam kotak). Kita dapat menulisnya seperti dibawah ini :

Kemudian, sekarang kita akan memulai perhitungan untuk mendapatkan 12 Network ID yang kita inginkan dan mendapatkan kelompok IP yang dapat dipakai.

Gambar 2

Maksud gambar diatas adalah bilangan biner dari subnet mask kelas B. Lalu, yang saya beri kotak itu merupakan oktet ketiga untuk range dalam biner.

Saya mengambil contoh IP Address kelas B yang digunakan adalah 172.16.0.0. Lihat Tabel di bawah ini :

Dari tabel diatas akan digambarkan jaringannya :



sumber:

http://jujupertama.wordpress.com/2010/11/02/subnetting-kelas-b/#more-335

http://id.wikipedia.org/wiki/Subnet_mask